04
Nov
09

Tujuh Trik Koreksi Kesalahan

Kadang-kadang pada tulisan yang dibuat wartawan dan dipublikasikan media,  ditemukan kesalahan atau kekeliruan. Jika kesalahannya kecil atau tidak signifikan, baiknya abaikan saja. Tapi, jika kekeliruannya sangat fatal, mau tak mau Anda harus mengoreksinya. Caranya?

  • Always be as diplomatic as possible
  • Contact the reporter immediately
  • Remain calm and courteous
  • If the story has already been run, ask for a correction
  • If the reporter is unwilling or unable to redress the error, don’t automatically go over his or her head
  • If all else fails, write a letter to the editor correcting the error
  • Finally, ask the reporter if there is anything that you can do in the future to prevent this sort of thing from happening again
04
Nov
09

Ketika Wawancara Tiba

Seringkali, untuk mendalami topik, wartawan meminta jadwal wawancara. Entah dengan Anda sendiri, bos Anda, atau klien Anda. Siapapun yang hendak diinterview, sebagai seorang PR Anda harus memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Everything is on the record
  • Provide background
  • Know the topic
  • Anticipate touchy questions
  • Always answer questions that are already a matter of public record
  • Be completly honest
  • Answer queustions directly
  • If you don’t know the answer, say no
  • Never lose your cool, no matter what happens
  • Look professional
  • Offer help later if needed, and give it
04
Nov
09

Yang Boleh, Yang Dilarang

Sudah tak sabar ingin bertemu, berkenalan, dan menjalin hubungan baik dengan wartawan yah? Tahan sejenak. Berikut beberapa saran yang mesti diperhatikan:

  • Always be honest
  • Establish ground rules early on in your relationship
  • Always answer a journalist’s phone calls
  • Give media people what they want, not what you want
  • Along the same lines, don’t bombard journalists with a daily barrage of press releases
  • Don’t assume that journalists are out to get you
  • Don’t try to intimidate journalists
  • Don’t plead your case or follow up on stories
04
Nov
09

Wartawan Juga Manusia

Jika Anda sudah malai paham mengenai wartawan, maka Anda sudah mulai mengenal mereka secara profesional. Berikutnya, Anda juga mesti mengenal mereka secara personal. Jadi, Anda harus tahu bahwa wartawan juga manusia. Hubungan perseorangan ini, dalam banyak kasus, akan memudahkan pekerjaan para PR.

Silahkan Anda bayangkan sebentar. Profesi jurnalis itu super, super, super ketat. Setiap hari mereka ditelikung jadwal kerja sangat padat dan menyita waktu. Sebagian besar waktu mereka dihabiskan di luar kantor. Kalaupun ada di tempat, pasti dipergunakan untuk membuat tulisan.

Situasi itu, harap dimaklumi, membuat mereka nyaris tak punya jeda lagi untuk sekadar memeriksa kiriman email, atau fax dari Anda. Apalagi, harap dimaklumi juga, yang berkirim surat elektronik dan sejenisnya sangat bejibun jumlahnya.

Tapi, bukan berarti Anda tak punya kesempatan untuk mencuri perhatian mereka.   Selalu ada peluang untuk memposisikan Anda lebih diingat dibanding yang lain. Anda lebih dikenal dibanding yang lain. Anda lebih diperhatikan dibanding yang lain.

Menjalin hubungan interpersonal menjadi jawabannya. Dalam kaitan ini, Anda diwajibkan mengetahui sisi pribadi wartawan. Anda diharuskan memahami sisi personal mereka. Caranya, tentu saja berjenis-jenis. Sekadar bertelepon atau ber-SMS  bertanya kabar merupakan salah satu caranya.  Pokoknya, manusiakanlah mereka. Bukankah Anda juga sangat tersanjung bila dimanusiakan orang lain?

03
Nov
09

Pilih Bayar Atau Gratis

Anda lebih suka yang mana, bayar atau gratis? Ah…mungkin semua kita serentak akan memilih yang tidak mengeluarkan biaya. “Haree…gene….”, meminjam salah satu ungkapan populer saat ini.

Pengetahuan dan pemahaman ihwal media massa sejatinya merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan publikasi secara gratis alias tak membayar.  Maka, dari sudut pandang ke-PR-an, tak ada jalan lain selain bagaimana bisa menjalin hubungan baik dengan media massa.

Kualitas hubungan yang baik itu ditandai, setidaknya, oleh dua kondisi. Pertama, hubungan secara personal. Kedua, hubungan secara profesional. Pada konteks yang disebut belakangan, para praktisi PR juga dituntut untuk memahami seluk-beluk dunia kerja jurnalistik.

Singkat kata, orang-orang PR mesti mengetahui persis bagaimana para jurnalis itu memandang masalah, bagaimana mereka menuliskan sebuah masalah, dan seterusnya. Orang-orang PR harus bisa “menjadi” jurnalis. Orang-orang PR harus mampu menulis seperti wartawan.

Dengan cara ini, kemungkinan besar, materi publikasi kita lebih berpeluang dipublikasikan di media massa. Minimal memudahkan para pekerja pers pada saat membuat materi tulisan yang baru. Bukankah ini sangat menguntungkan? Gratis lagi.

29
Oct
09

Karateristik Internet

Advantages

  • The internet is relatively cost effective
  • The internet provides good targeting of specific publics
  • It allows for immediacy of messages
  • It can be interactive
  • The internet makes it easy to track responses for surveys, reader/viewer involvement, and the like
  • It can reach global audiences

 

Disadvantages

  • Set-up time can be extensive
  • Production and maintenance of web sites can be costly and time consuming
  • The internet is crowded, and searh engines not always reliable

(Thomas H. Bivins, 2008:57)

29
Oct
09

Fakta Televisi

  • Umumnya menonton televisi dilakukan bersamaan dengan aktivitas lain: makan, minum, bekerja, lainnya
  • Televisi sudah masuk ke kamar tidur atau ruang pribadi. Menonton televisi mulai sendiri-sendiri
  • Penonton televisi umumnya menggunakan remote control
  • Program televisi (khususnya di Indonesia), mayoritas hiburan
  • Program televisi (khususnya di Indonesia) di setiap stasiun hampir seragam
29
Oct
09

Di Radio Aku Dengar…

Pada lagunya, penyanyi nyentrik Gombloh pernah menulis,  “…di radio aku dengar, lagu kesayanganku…” Media radio  memang  identik dengan pendengaran. Dan pada umumnya radio memang memutar lagu, juga berita atau informasi.

Kelebihan

  • Radio bisa diputar kapan saja, di mana saja.
  • Tiap stasiun radio melayani segmen pendengar tertentu, di wilayah geografis tertentu
  • Radio memudahkan pemilihan segmentasi untuk kampanye iklan atau promosi

Kekurangan

  • Pendengar radio mudah berpindah dari satu stasiun ke stasiun radio lain
  • Pendengar radio tak bisa mendengar ulang program siaran atau iklan
  • Mendengarkan radio umumnya dilakukan sambil melakukan aktivitas lain
28
Oct
09

Warna Warni Majalah

Dibanding koran, pada umumnya majalah memang berwarna-warni. Majalah kebanyakan dicetak full color, desainnya lebih mewah lengkap dengan foto-foto penunjang yang juga berkualitas.

Kelebihan

  • Selectivity: isi majalah umumnya tersegmentasi, baik isinya maupun pembaca utamanya
  • Fine color reproduction: lebih berwarna dan berkualitas hasil cetaknya
  • Long shelf life: umur majalah lebih lama bisa mingguan, bulanan, bahkan dua bulanan
  • Pass-along readership: dibaca berulang-ulang oleh banyak orang
  • Controlled circulation: distribusi kepada target pembaca potensial bisa dikontrol

Kekurangan

  • Early closing dates: dibanding koran relatif kehilangan unsur kebaruan karena pengerjaannya lebih awal
  • Lack of immediacy: konsumen pada umumnya tak segera membaca majalah seperti membaca koran
  • Slow building of reach: sebab konsumen tak segera membaca, daya jangkau majalah relatif  lebih lambat

(Jim Willis, 1993:85)

28
Oct
09

Hitam Putih Koran

Kelebihan

  • Pembaca koran umumnya relatif  beragam, jumlahnya banyak dan tersebar di beberapa wilayah geografis tertentu
  • Wilayah sebaran koran ada yang berskala nasional dan lokal
  • Konten atau isi koran sangat beragam dan diperbaharui tiap hari terbit
  • Ukurannya flaksibel untuk mempublikasikan iklan, atau advertorial

Kekurangan

  • Umur koran sangat pendek, hanya sehari. Setelah itu dianggap basi
  • Tarif  iklan atau advertorial cukup mahal
  • Materi publikasi, iklan atau advertorial Anda punya pesaing sangat banyak
  • Kualitas cetakan, secara umum, kalah dibanding majalah
  • Sebagai media berita, koran disaingi secara ketat oleh internet