Archive for the 'Planning & Strategy' Category

29
Oct
09

Karateristik Internet

Advantages

  • The internet is relatively cost effective
  • The internet provides good targeting of specific publics
  • It allows for immediacy of messages
  • It can be interactive
  • The internet makes it easy to track responses for surveys, reader/viewer involvement, and the like
  • It can reach global audiences

 

Disadvantages

  • Set-up time can be extensive
  • Production and maintenance of web sites can be costly and time consuming
  • The internet is crowded, and searh engines not always reliable

(Thomas H. Bivins, 2008:57)

29
Oct
09

Fakta Televisi

  • Umumnya menonton televisi dilakukan bersamaan dengan aktivitas lain: makan, minum, bekerja, lainnya
  • Televisi sudah masuk ke kamar tidur atau ruang pribadi. Menonton televisi mulai sendiri-sendiri
  • Penonton televisi umumnya menggunakan remote control
  • Program televisi (khususnya di Indonesia), mayoritas hiburan
  • Program televisi (khususnya di Indonesia) di setiap stasiun hampir seragam
29
Oct
09

Di Radio Aku Dengar…

Pada lagunya, penyanyi nyentrik Gombloh pernah menulis,  “…di radio aku dengar, lagu kesayanganku…” Media radio  memang  identik dengan pendengaran. Dan pada umumnya radio memang memutar lagu, juga berita atau informasi.

Kelebihan

  • Radio bisa diputar kapan saja, di mana saja.
  • Tiap stasiun radio melayani segmen pendengar tertentu, di wilayah geografis tertentu
  • Radio memudahkan pemilihan segmentasi untuk kampanye iklan atau promosi

Kekurangan

  • Pendengar radio mudah berpindah dari satu stasiun ke stasiun radio lain
  • Pendengar radio tak bisa mendengar ulang program siaran atau iklan
  • Mendengarkan radio umumnya dilakukan sambil melakukan aktivitas lain
28
Oct
09

Warna Warni Majalah

Dibanding koran, pada umumnya majalah memang berwarna-warni. Majalah kebanyakan dicetak full color, desainnya lebih mewah lengkap dengan foto-foto penunjang yang juga berkualitas.

Kelebihan

  • Selectivity: isi majalah umumnya tersegmentasi, baik isinya maupun pembaca utamanya
  • Fine color reproduction: lebih berwarna dan berkualitas hasil cetaknya
  • Long shelf life: umur majalah lebih lama bisa mingguan, bulanan, bahkan dua bulanan
  • Pass-along readership: dibaca berulang-ulang oleh banyak orang
  • Controlled circulation: distribusi kepada target pembaca potensial bisa dikontrol

Kekurangan

  • Early closing dates: dibanding koran relatif kehilangan unsur kebaruan karena pengerjaannya lebih awal
  • Lack of immediacy: konsumen pada umumnya tak segera membaca majalah seperti membaca koran
  • Slow building of reach: sebab konsumen tak segera membaca, daya jangkau majalah relatif  lebih lambat

(Jim Willis, 1993:85)

28
Oct
09

Hitam Putih Koran

Kelebihan

  • Pembaca koran umumnya relatif  beragam, jumlahnya banyak dan tersebar di beberapa wilayah geografis tertentu
  • Wilayah sebaran koran ada yang berskala nasional dan lokal
  • Konten atau isi koran sangat beragam dan diperbaharui tiap hari terbit
  • Ukurannya flaksibel untuk mempublikasikan iklan, atau advertorial

Kekurangan

  • Umur koran sangat pendek, hanya sehari. Setelah itu dianggap basi
  • Tarif  iklan atau advertorial cukup mahal
  • Materi publikasi, iklan atau advertorial Anda punya pesaing sangat banyak
  • Kualitas cetakan, secara umum, kalah dibanding majalah
  • Sebagai media berita, koran disaingi secara ketat oleh internet
28
Oct
09

Jangan Remehkan Media

Media massa ibarat penyambung lidah bagi kegiatan ke-public relations-an. Ia menjadi perantara bagi praktik PR untuk menjangkau khususnya publik eksternal. Media massa juga menjadi mediator bagi khalayak untuk menyampaikan inspirasi, saran, keluhan, umpatan, makian, apapun.

Maka, jangan pandang enteng posisi media. Maka,  jangan sepelekan peran media. Tapi, tentu, tak perlu takut juga sama media. Tak perlu gemetar juga berhadapan dengan media. Meminjam salah satu judul lagu Candil, “… media (di balik organisasinya) juga manusia…”

Secara umum, kelompok besar media massa adalah koran, majalah, radio, televisi, dan internet. Beberapa kalangan mungkin akan menyebut bentuk lain seperti film atau buku juga termasuk media massa. Tetapi, sementara waktu, blog ini hanya akan membedah kelebihan dan kekurangan lima besar media massa yang disebutkan di muka.

Masing-masing media memang punya nilai lebih, juga punya nilai kurang. Sesama jenis media pun punya karakteristikl yang berbeda. Koran “A” misalnya, pasti lain dengan koran “B”. Majalah “C” contohnya, pasti beda dengan majalah “D”. Radio “E”, pasti tak sama dengan radio “F”. Televisi “G”, pasti tak serupa dengan televisi “H”. Internet “I”, tentu juga tak sejenis dengan internt “J”. Apalagi antara koran, majalah, radio, televisi, atau internet.

Pengetahuan ini menjadi sangat besar gunannya sewaktu kita membuat keputusan untuk mempublikasikan materi tulisan ke-PR-an.  Jadi, pada konteks inilah, pernyataan jangan remehkan hitam putih media massa menemukan relevansinya.

27
Oct
09

Medianya Apa?

Bagian penting dari Planning dan Strategy selain perumusan masalah dan strategi penulisan seperti sudah dibicarakan sebelumnya adalah pemilihan media untuk mempublikasikan tulian.  Media cetak kah? Media elektronik kah? Media apakah?

Pekerjaan ini memang tidak mudah. Tapi tidak berarti mustahil dilakukan. Sebagai panduan, mungkin, bisa digunakan metode yang disarankan oleh Doug Newsom,  Judy VanSlyke Turk, dan Dean Kruckeberg —para pendidik dan praktisi PR–  dengan cara mengajukan dan menjawab pertanyaan berikut:

  • Siapakah audiens yang dibidik? Bagaimana pola konsumsi media dan kredibilitas media yang mereka baca?
  • Kapan Anda ingin berkomunikasi atau menjangkau mereka?
  • Berapa biaya yang Anda perlukan? Berapa dana yang Anda punya?

Berdasarkan tiga pertanyaan di atas, selanjutnya Anda harus mangajukan dan menjawab pertanyaan berikut:

  • Media mana yang paling banyak dikonsumsi dan mampu menjangkau publik sasaran Anda?
  • Media apa saja yang paling kredibel dan berapa dana yang dibutuhkan untuk memproduksi/memanfaatkan media dimaksud?
  • Media mana paling efektif untuk menyampaikan pesan Anda?
  • Apakah Anda cukup menggunakan satu, atau beberapa media?
27
Oct
09

Menjamah Emosi

Strategi persuasi argumentatif  terpopuler adalah Emotional Appeal. Teknik ini sering digunakan dalam berbagai kesempatan.  Dari panggung politik, sampai panggung sandiwara. Dari arena obrolan warung kopi, sampai pentas diskusi berkerut-kerut. Di dunia periklanan dan promosi bahkan jauh lebih populer.

Sebabnya bukan lantaran teknik ini paling mudah dilakukan. Cuma, siapapun pasti setuju, bahwa emosi adalah salah satu bagian terpenting dari hidup siapapun.  Pria, wanita. Tua, muda. Kelompok berpunya, golongan alajadarnya. Emosi, secara sederhana, bisa tergambar dari senyuman, gelak tawa, tangisan, rengekaan, dan sejenisnya.

Siapa bisa memainkan emosi seseorang, kemungkinan besar makin mudah mempengaruhi orang tersebut. Siapa bisa menjamah emosi seseorang, kemungkinan besar makin mudah membujuk orang tersebut. Jadi, jangan main-main dengan emosi. Tapi, bermain dengan emosi bisa ada gunanya.

27
Oct
09

Lima Teknik Mengubah Sikap

*) If  your audience oppose your position, present arguments on both sides of the issue

*) If an audience already agrees with your position, presents arguments consistent with their favorable viewpoint

*) If  your audience is well educated, include both sides of the argument

*) If  you do use message containing both sides of the argument, don’t leave out relevant opposition arguments

*) If  your audience is likely to be exposed later to persuasive message countering your position, present both sides of the argument to build audience resistance to the later message

(Thomas H. Bivins,  2008:51)

27
Oct
09

Tanya Sendiri Jawab Sendiri

Teknik lain Reasoned Argument adalah menggunakan pendekatan Imagined Q & A atau “bertanya sendiri, menjawab sendiri”. Bagaimana caranya? Pertama, Anda harus menempatkan diri pada situasi tertentu, pada kondisi tertentu yang hendak dipersuasi. Anda harus “menjadi” orang lain, merasakan apapun yang dirasakan orang lain, mendeskripsikan masalah yang dialami orang lain.

Pada saat yang sama, Anda juga harus merumuskan solusi yang dibutuhkan oleh orang lain, oleh sebuah situasi. Anda harus memiliki jawaban atas beragam persoalan yang Anda bayangkan. Anda harus mampu memberikan jalan keluar.

Seterusnya, kemukakan apa saja yang Anda pikirkan.  Sampaikan apa saja yang Anda bayangkan. Tapi, Anda tidak sekadar membeberkan persoalan, melainkan juga memberikan jawabannya.