Media massa ibarat penyambung lidah bagi kegiatan ke-public relations-an. Ia menjadi perantara bagi praktik PR untuk menjangkau khususnya publik eksternal. Media massa juga menjadi mediator bagi khalayak untuk menyampaikan inspirasi, saran, keluhan, umpatan, makian, apapun.
Maka, jangan pandang enteng posisi media. Maka, jangan sepelekan peran media. Tapi, tentu, tak perlu takut juga sama media. Tak perlu gemetar juga berhadapan dengan media. Meminjam salah satu judul lagu Candil, “… media (di balik organisasinya) juga manusia…”
Secara umum, kelompok besar media massa adalah koran, majalah, radio, televisi, dan internet. Beberapa kalangan mungkin akan menyebut bentuk lain seperti film atau buku juga termasuk media massa. Tetapi, sementara waktu, blog ini hanya akan membedah kelebihan dan kekurangan lima besar media massa yang disebutkan di muka.
Masing-masing media memang punya nilai lebih, juga punya nilai kurang. Sesama jenis media pun punya karakteristikl yang berbeda. Koran “A” misalnya, pasti lain dengan koran “B”. Majalah “C” contohnya, pasti beda dengan majalah “D”. Radio “E”, pasti tak sama dengan radio “F”. Televisi “G”, pasti tak serupa dengan televisi “H”. Internet “I”, tentu juga tak sejenis dengan internt “J”. Apalagi antara koran, majalah, radio, televisi, atau internet.
Pengetahuan ini menjadi sangat besar gunannya sewaktu kita membuat keputusan untuk mempublikasikan materi tulisan ke-PR-an. Jadi, pada konteks inilah, pernyataan jangan remehkan hitam putih media massa menemukan relevansinya.
Comments